Manfaat Mempraktekkan Mindfulness, Biar Lebih Tenang di Kehidupan Sehari-hari

Mindfulness

Mindfulness, dulu saya mengira ini hanyalah tren ala-ala pengembangan diri ala timur yang tidak perlu saya hiraukan.

“Hidup dijalani saja, tidak perlu meditasi-meditasian,” pikir saya, “Toh, kita sudah tidak berada di masa pendekar kungfu.”

Tapi, saya salah.

Setelah gagal mengontrol diri di lingkungan kerja, yang berujung pada resign dari pekerjaan yang sangat saya cintai, melalui serangkaian kontemplasi, saya sampai pada sebuah kesimpulan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Saya akhirnya sadar bahwa saya “meledak” karena saya tidak memperhatikan emosi negatif yang sedang mendominasi.

Kalau kita tidak memperhatikan suatu hal, maka bisa dipastikan kita tidak akan mengurusnya. Itulah yang terjadi dengan emosi negatif saya, yang akhirnya meledak di saat tidak tepat.

Saya akui, pikiran saya memang tidak pernah saya latih, saya tipe orang yang cenderung membiarkan pikiran saya berkelana ke sana kemari dan sering tidak fokus pada titik “di sini dan sekarang.” Ini sebenarnya normal, bahkan penelitian Harvard menyebutkan bahwa 47 % pikiran manusia melayang-melayang.

Namun, pikiran yang tidak terlatih memperbesar kemungkinan pikiran dan emosi negatif datang tanpa kita ngeh akan kehadirannya.

Bayangin aja kayak ada penjahat yang menyergap kita dari belakang, kita pasti kalah kan? Karena tidak punya persiapan diri untuk bertahan. Kita bukan pemegang kontrol, tapi kitalah yang dikontrol.

Belajar Mindfulness Secara Sederhana

Sederhananya, mindfulness adalah mengamati, memperhatikan.

Apa yang diperhatikan dan diamati? Keseluruhan diri kita, mulai dari pikiran, emosi, sampai sensasi fisik yang sedang kita rasakan.

Untuk apa diamati dan diperhatikan? Seperti yang saya sebutkan di atas, sesuatu yang tidak kita perhatikan atau tidak kita ketahui keberadaanya tidak akan mungkin kita tangani.

Apakah seorang dokter akan memeriksa dan mengobati pasien gelap yang tinggal di kamar rumah sakit diam-diam? Tidak akan.

Yang perlu ditekankan dari mindfulness, proses mengamati diri harus dilakukan dengan berbaik hati kepada diri sendiri. Jangan menghakimi pikiran atau emosi yang datang, apalagi sampai merasa frustrasi karena sulit menjaga fokus.

Shauna Shapiro, seorang psikolog klinis dari Universitas Santa Clara pada Ted Talk nya mendefinisikan mindfulness sebagai proses memperhatikan dengan kebaikan hati. Definisi ini ia dapatkan ketika ia menyampaikan rasa frustrasinya karena gagal fokus ke seorang biksu di sebuah kuil di Thailand.

Saya sendiri memutuskan berkenalan dengan mindfulness yang sudah lama tidak saya hiraukan, ketika harus berhadapan dengan kandasnya mimpi saya. Proses perkenalan ini saya lakukan dengan memasang aplikasi mindfulness di ponsel pintar.

Saya berlatih mindfulness dengan panduan. Jadi di aplikasi yang saya pakai ada suara pemandunya dan ada suara menenangkan seperti ombak atau hujan sebagai latar belakang.

Dipandu suara lembut dari aplikasi, saya belajar mengamati pikiran, emosi, dan tubuh saya, sambil menyadari gerakan napas saya. Semua yang kalau tanpa latihan mindfulness pasti akan terlewatkan begitu saja.

Seringkali pikiran saya mengawang-ngawang tapi saya menariknya kembali tanpa perlu memarahi diri sendiri. Cukup disadari saja bahwa pikiran saya “tergoda” oleh kebiasaan lamanya untuk melayang-layang.

Lain waktu, ingatan tidak mengenakkan tentang masa lalu juga datang, tidak perlu dimaki. Saya biarkan datang, lalu dengan lembut saya tarik perlahan fokus saya kembali ke gerakan napas. Begitu seterusnya.

Nah, saya latihan mindfulness pakai aplikasi ini paling cuma sebulan. Begitu saya dapat intinya, saya langsung praktekkan mindfulness ke kehidupan sehari-hari. Hal ini pernah saya sebutkan sih di bagian manfaat mindfulness untuk menghilangkan kebiasaan buruk.

Kalau mau ditarik kesimpulan, jangkar fokus perhatian kita tuh sesederhana memperhatikan gerak napas.

Saat pikiran kita mulai bergerak tak tentu arah, sebelum bayang masa lalu atau kekhawatiran masa depan mengambil kendali, kita duluan ambil alih kendali dengan memperhatikan gerak napas. Lalu, beradalah “di sini dan sekarang”.

Manfaat Mindfulness yang Saya Rasakan

Beberapa penelitian, seperti yang disebutkan di sini, menemukan bahwa mindfulness berdampak positif pada kesehatan fisik dan mental.  

Saya memang belum sampai setahun berlatih mindfulness, tapi manfaat mempraktekkan mindfulness sudah saya rasakan :

Mindfulness Bermanfaat Untuk Meredam Amarah

Dikarenakan masalah keluar dari pekerjaan yang saya sebutkan di atas, saya sedang berada di titik bawah kehidupan. Dan ini bukan stres kehidupan pertama yang saya rasakan, jadi saya sudah tahu persis kalau saya mudah marah jika sedang berada di titik bawah seperti ini.

Manfaat mindfulness yang langsung saya rasakan adalah saya merasa terbantu untuk meregulasi emosi marah yang suka seenaknya muncul cuma karena hal-hal kecil. Karena sudah belajar konsep “mengamati” dari mindfulness, saya mudah ngeh atau sadar bahwa saya sedang terpicu.

Setelah tahu saya sedang terpicu saya langsung fokus memperhatikan napas dan berkata ke diri saya sendiri “Iya Thissa, saya tahu kok kamu kesel kan karena kejadian A, it’s OK, kamu kan manusia, jadi wajar kesel, tapi coba tetap tenang ya.”

Apakah 100% berhasil?

Jawabannya tidak, hmm… lebih tepatnya belum.

Baru sekitar 90% tingkat keberhasilannya. Masih ada momen saya kelepasan marah hanya karena hal sepele, tapi ini sudah sebuah kemajuan besar sih buat saya kalau dibandingkan dengan sebelum saya tahu apa itu mindfulness. Dulu emosi yang menguasai saya bukan saya yang mengatur emosi.

Manfaat Mindfulness, Saya Jadi Lebih Khusyu Saat Salat

Buat yang muslim, pasti tahu deh kalau kita lagi salat, pikiran tuh susah banget diajak khusyu, maunya mikirin macem-macem.

Saking susahnya khusyu dalam salat, ustadz – ustadz sampai suka nge – joke kalau pas salat kita bisa tiba-tiba inget dimana naro kunci hilang yang sudah seharian kita cari.

Nah, setelah kenal sama mindfulness, dan praktek di lapangan secara reguler, pikiran saya jadi lebih lentur. Lentur di sini maksudnya gampang diajak balik ke kondisi khusyu, dan bertahan cukup lama saat sudah dalam kondisi khusyu.

Buat saya tingkat kekhusyuan salat yang bertambah ini bermanfaat banget sih. Karena saya jadi lebih dekat sama Tuhan dan berpengaruh ke kesejahteraan psikologis.

Manfaat Mindfulness, Jadi Cepat Beranjak dari Stres Kecil

Hidup sehari-hari kan pasti gak lepas ya dari yang namanya stres-stres kecil, ya kena macet lah, ya miskom sama klien lah, atau sudah ditengah jalan jadwal di cancel. Bete? Pasti.

Tapi manfaat latihan mindfulness yang saya rasakan adalah saya cepat sadar bahwa saya bete, terus bisa langsung kembali ke kondisi netral.

Atau kalau ada satu hari yang semrawut banget karena banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana atau mood drop, saya dengerin podcast ini.

Asli, suaranya menenangkan banget dan bisa ngebantu saya buat sejenak menghentikan pikiran dan fokus ke tarik napas buang napas.

Bisa dicoba di mana aja, kadang-kadang saya melakukan ini sambil berdiri di busway. Enak banget buat bikin tenang setelah menghadapi stres-stres kecil.

Kesimpulan

Manfaat Mindfulness

Esensi dari mindfulness adalah mengamati diri sendiri tanpa menghakimi.

Perlakukan diri kita seperti ruang yang terbuka untuk menerima kehadiran “tamu” berupa segala jenis emosi dan pikiran. Dengan menerima kehadiran, akan lebih mudah buat kita mengawasi dan mengatur “tamu” kita itu.

Dengan mengembangkan kondisi mindfulness pada kehidupan sehari-hari, kita jadi lebih fokus pada tujuan utama kita dan tidak mudah terganggu oleh kemarahan atau bete karena stres-stres kecil.

unsplash-logoFabian Møller unsplash-logoMotoki Tonn

One thought on “Manfaat Mempraktekkan Mindfulness, Biar Lebih Tenang di Kehidupan Sehari-hari

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: