Refleksi Diri, Sebuah Cara untuk Belajar dari Pengalaman

Refleksi Diri

Saya pernah mengajar di sebuah sekolah yang menggunakan kurikulum internasional. Salah satu esensi penting dari kurikulum yang saya gunakan adalah refleksi diri. Tidak hanya siswanya, guru-guru juga “dibebani” kewajiban administrasi berupa membuat refleksi pengajaran. Refleksi dan refleksi, sudah menjadi makanan siswa dan guru setiap hari.

Di masa – masa itu, saya paham bahwa refleksi diri memang perlu sebagai evaluasi dari proses pembelajaran yang sudah dilakukan.  Namun, baru setahun lalu saya menyadari bahwa keterampilan refleksi diri memang harus diajarkan sejak dini karena ternyata tidak semua orang dewasa berhasil mengembangkan kemampuan refleksi diri.  

Orang dewasa yang tidak mampu melakukan refleksi diri sering tampak sebagai orang yang tambeng, bebal, dan hobi berperan sebagai korban. Tipe orang seperti ini sulit belajar dari pengalamannya, karena alih – alih melihat kedalam dirinya sebagai proses introspeksi, mereka memilih melihat faktor luar sebagai penyebab kegagalan atau kesalahan.

Apa Itu Refleksi Diri?

Refleksi diri adalah sikap dan cara berpikir untuk menganalisis pengalaman. Melalui refleksi diri, seseorang mencerna pengalaman yang merupakan hasil dari perilaku, cara berpikir, atau interaksi dengan orang lain. Pengalaman dicerna untuk melihat apa yang berjalan dengan baik, dan apa yang masih perlu diubah. Proses refleksi diri dilakukan demi mendapatkan hasil yang sesuai tujuan.

John Dewey, seorang filsuf pendidikan dari Amerika menghasilkan pemikiran bahwa belajar dari pengalaman cuma bisa terjadi melalui refleksi diri. Tanpa refleksi diri, sebuah pengalaman, baik atau buruk, hanya akan sekedar lewat dalam kehidupan tanpa meninggalkan pelajaran yang bisa dipetik. Pengalaman bukanlah guru terbaik tanpa diikuti refleksi diri.

Kemampuan refleksi diri mendukung seseorang untuk bisa menjadi pembelajar mandiri. Karena hanya melalui proses refleksi diri, pengalaman dari dunia luar bisa diintegrasikan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Misalnya, Rangga, seorang fresh graduate yang akan mengikuti tes CPNS untuk kedua kalinya. Karena sudah pernah gagal, Rangga melakukan refleksi diri untuk memikirkan ulang pengalamannya mengikuti tes CPNS pertama, baik dari cara dia mempersiapkan tes, maupun kesiapan fisik dan mental selama mengikuti tes.

Kalau Rangga orang yang bebal, ia akan gampang saja menuduh orang-orang yang lolos tes karena pakai orang dalam atau menyalahkan nasibnya yang sial, dan akhirnya berujung dengan perasaan putus asa. Namun, karena Rangga punya sikap reflektif, dia mempersepsikan kegagalannya pada tes pertama sebagai bahan pembelajaran. Karena sudah belajar dari pengalaman gagalnya, ia berhasil lolos pada tes CPNS kedua.

Orang dengan sikap reflektif tidak gampang menyalahkan faktor-faktor di luar kendali. Mereka berpikir selalu ada yang bisa mereka ubah untuk mencapai tujuan.  

Cara Mempraktekkan Refleksi Diri dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalau kamu sudah memutuskan untuk menjadi versi dirimu yang lebih baik dari hari ini, maka praktek refleksi diri harus selalu kamu lakukan dalam menanggapi pengalaman keseharian.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kita bisa konsisten bersikap reflektif dalam kehidupan sehari-hari :

Menjadi Reflektif dengan Berpikiran Terbuka

Bersikap terbukalah untuk mengalami setiap kejadian yang kita lewati sehari-hari. Penting sekali untuk selalu menempatkan diri kamu setengah kosong. Maksudnya setengah kosong di sini adalah tidak merasa paling pintar, paling benar, paling taat dan paling – paling yang lain. Sediakan ruang di hati dan kepala yang nanti bisa diisi dengan wawasan hasil refleksi diri.

Menurut kamu apa Rangga yang merupakan lulusan PTN ternama akan bisa lolos pada tes CPNS kedua kalau dia sudah merasa paling pintar dan hanya misuh-misuh menyalahkan panitia tes yang menurutnya sudah menganggap dia gagal?

Menjadi Reflektif dengan Bertanya pada Diri Sendiri

Dari pengalaman saya mengajar, kami, siswa dan guru selalu disuguhi dua pertanyaan sakti ini saat melakukan proses refleksi diri. Pertanyaan ini bisa kamu tanyakan ke diri sendiri setiap kali akan menganalisis sebuah pengalaman:

Apa yang Sudah Berjalan dengan Baik ?

Seburuk apapun pengalaman yang terjadi, pada satu titik pasti ada hal yang berjalan dengan baik. Belajar dari kesuksesan sama pentingnya dengan belajar dari kesalahan. Ada dua alasan mengapa Kita harus menyadari apa yang kita lakukan dengan benar :

  • Menyadari apa saja yang berjalan dengan benar dan sesuai ekspektasi memudahkan kita untuk melihat di titik mana proses kesalahan dimulai yang akhirnya menyebabkan kegagalan.
  • Mengetahui bahwa ada beberapa hal yang berjalan sesuai ekspektasi akan meningkatkan semangat kita serta baik untuk mempertahankan self-esteem saat berhadapan dengan kegagalan. Tanpa kesadaran penuh kalau kita juga melakukan beberapa hal yang benar di luar kegagalan yang terjadi kita akan lebih mudah berputus asa.

Apa yang Ingin Saya Tingkatkan untuk Mengubah Hasil?

Setiap orang ingin hasil yang terbaik dari apa yang dilakukan. Tapi, apakah kamu yakin sudah memberikan usaha yang paling efektif dalam proses memperoleh hasil?

Tanyakan pada dirimu “apa yang harus saya tingkatkan untuk bisa mendapatkan promosi?” Fokuslah pada hal-hal di dalam kendalimu. Misuh-misuh tanpa menanyakan pertanyaan ini ke dirimu sendiri adalah sebuah kesia-siaan.

Lakukan segera jawaban dari pertanyaan ini,karena orang yang bersikap reflektif adalah orang-orang yang melakukan aksi nyata dari proses refleksinya. Tidak ada gunanya memikirkan ulang suatu pengalaman tanpa menerapkannya pada perilaku untuk mengubah hasil

Kesimpulan

Refleksi diri adalah sikap dan cara berpikir dalam menghadapi pengalaman sehari-hari. Orang yang konsisten melakukan refleksi diri lebih fokus mengubah hal-hal yang dalam kendalinya dan tidak menyalahkan faktor-faktor di luar dirinya.

Aksi nyata merupakan penutup dari rangkaian cara berpikir dan sikap reflektif. Wawasan yang  diperoleh dari jawaban pertanyaan untuk diri sendiri harus segera dilakukan. Dengan begitu kita bisa memastikan diri kita terus tumbuh menjadi versi yang lebih baik dari hari kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: