Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk, Sebuah Podcast

Saya ingin berbagi tentang salah satu episode siniar (podcast) dari saluran The School of Greatness. Judul episode yang saya ingin bahas adalah How to Build Life Changing Habit and Break Addiction. Saya memang sedang banyak baca-baca dan mendengarkan informasi yang terkait dengan kebiasaan. Kalau kamu pernah denger kutipan yang bunyinya :

“Your beliefs become your thoughts,your thoughts become your words,
your words become your actions,your actions become your habits,
Your habits become your values, your values become your destiny.”

yang kalau diartikan ke bahasa Indonesia, kira-kira menjadi :

“Apa yang kamu percayai menjadi pemikiranmu, pemikiranmu menjadi perkataanmu, perkataanmu menjadi tindakanmu, tindakanmu menjadi kebiasaanmu, kebiasaanmu menjadi nilaimu, nilaimu menjadi nasibmu”

Buat saya kutipan itu kata-katanya ngena banget. Walaupun sumber kutipan tersebut tidak jelas,ada yang bilang dari Gandhi, ada yang bilang dari Margaret Tatcher,  tapi kalau dipikir-pikir masuk akal juga. Poin yang bisa saya ambil adalah kebiasaan yang kita lakukan secara rutin bisa mempengaruhi jadi seperti apa hidup kita nantinya.

Balik ke siniar yang saya sebutkan tadi. Jadi, isi siniar ini adalah perbincangan dengan Dr. Judson Brewer. Dr Jud Brewer adalah seorang psikiater, ahli saraf (neuroscientist), sekaligus penulis. Ia meneliti tentang mekanisme kerja saraf dibalik, mindfulness, stress dan kecanduan. TED talk nya “A Simple Way to Break a Habit” masuk peringkat lima teratas episode yang paling banyak ditonton sepanjang tahun.

Di episode siniar ini, ia ngobrol dengan host untuk berbagi bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk, yang pada prinsipnya sama dengan proses kecanduan.

Kebiasaan dan Kecanduan

Setiap orang punya kebiasaan, baik itu kebiasaan buruk atau baik, yang punya dampak negatif buat hidup. Kita terjebak dalam lingkaran kebiasaan karena sudah merasa kecanduan.

Awalnya, otak memproses kebiasaan sebagai teknik bertahan hidup, untuk mengenali dimana posisi sumber makanan berada. Namun, seiring berjalannnya waktu, karena makanan semakin mudah dicari, fungsi ini telah beralih.

Kebiasaan bermanfaat agar kita tidak perlu mempelajari ulang hal-hal rutin seperti cara mandi, dan cara menggosok gigi setiap bangun pagi. Sekali kebiasaan terbentuk, perilaku akan berjalan otomatis. Otak kita jadi punya ruang untuk informasi yang benar-benar baru dan harus kita pelajari.

Tanpa kita sadari banyak kebiasaan buruk yang kita lakukan karena kita merasa kecanduan.  Kebiasaan overthinking, kebiasaan haus akan pujian, kebiasaan merokok, atau kebiasaan makan berlebihan, adalah beberapa contoh kebiasaan yang dalam prosesnya melibatkan rasa kecanduan.

Kita tetap terikat pada kebiasaan-kebiasaan, karena otak kita telah mengasosiasikan kebiasaan tersebut  dengan kenikmatan. Dan pada akhirnya, jika kenikmatan tersebut tidak terpenuhi kita merasa nagih.

Sebagai contoh, orang yang ingin selalu mendapat pujian. Rasa ingin mendapat pujian merupakan kebiasaan yang bersifat candu, orang tersebut akan merasa ada yang kurang kalau tidak mendapat pujian atas tindakannya.

Masalahnya, ego dalam diri manusia sulit untuk dipuasakan. Sekali mendapat pujian, ego akan meminta pujian yang lebih tinggi lagi, dan lagi. Akhirnya orang yang hidup dengan kebiasaan ini menjadi budak candunya sendiri. Untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut kita harus memotong lingkaran  kecanduannya.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Untuk memecah lingkaran kebiasaan buruk, Dr. Jud Brewer melakukan langkah-langkah sebagai berikut kepada pasiennya :

Memahami Kebiasaan Buruk

Ada orang yang punya kebiasaan buruk untuk makan berlebihan setiap kali ia cemas, ada juga yang memilih menghisap rokok setiap mengalami stress. Semua tindakan tersebut sudah bersifat otomatis tanpa melibatkan proses berpikir.

Oleh karena itu, langkah pertama untuk menghilangkan kebiasaan buruk adalah dengan mengamati diri sendiri dan kebiasaan yang dilakukan. Tujuan mengamati ini adalah untuk memahami apa yang menjadi penyebab kita melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Memperhatikan Kebiasaan Buruk

Untuk langkah ini Dr. Jud Brewer memberikan contoh orang yang mempunyai kebiasaan buruk merokok.

Orang yang sudah terbiasa merokok,  tidak pernah benar-benar memperhatikan rasa dan aroma rokok yang dihisap. Rokok biasa dihisap sambil ngobrol atau sambil melakukan kesibukan lain.

Dr. Jud Brewer menyarankan orang yang ingin menghilangkan kebiasaan buruk merokok  untuk benar-benar memperhatikan rokok yang dihisapnya. Benar-benar fokus saat merokok, perhatikan bagaimana rasa dan aroma rokok yang dihisap.

Jika seseorang mulai merokok pada usia belasan tahun, maka kenikmatan merokok dipengaruhi oleh unsur – unsur eksternal seperti merasa keren atau merasa macho. Namun pada usia 30-an atau 40-an seseorang harus memperbaharui persepsinya tentang rokok yang sudah tertanam di otak sejak usia belasan tahun.

Nah, dengan memberi perhatian penuh seperti apa rasa dan aroma rokok, orang tersebut bisa memperbaharui database di otak. Proses menilai ulang terjadi, apakah “hadiah” yang diberikan rokok berupa rasa tembakau dan kesan keren masih berlaku pada usia 30-an dan 40-an?

Kalau rasa dan aroma kimia yang ternyata tidak  enak-enak banget dikurangi kesan keren yang sudah tidak dibutuhkan, lalu “hadiah” apa sebenarnya yang diberikan oleh rokok?

Menemukan Pengganti Kebiasaan Buruk

Menurut Dr. Brewer, keinginan untuk berhenti dari kebiasaan buruk saja tidak cukup, sekuat apapun keinginan itu. Statistik untuk orang yang tetap berhenti merokok setelah setahun dengan hanya bermodalkan keinginan, cuma 5%.

Untuk menghilangkan kebiasaan buruknya, seseorang harus benar-benar menganggap bahwa kebiasaan buruk tersebut rasanya tidak enak.

Masih dalam kasus berhenti merokok. Seseorang tidak akan bisa berhenti merokok karena takut terkena kanker, tapi bisa berhenti merokok karena merasa rokok tidak enak. Sebagai gantinya, harus ada hal lain yang lebih besar dan lebih baik.

Lalu, apa yang bisa dijadikan pengganti rokok?

Penggantinya bisa hal-hal konkret,seperti ternyata uang yang biasa dipakai membeli rokok bisa ditabung untuk travelling. Atau dalam bentuk yang lebih abstrak, seperti perasaan bangga akan diri sendiri karena sudah menghentikan kebiasaan buruk.

Kalau “hadiah” yang – lebih besar dan lebih baik-  sudah bisa dirasakan maka lingkaran kebiasaan buruk bisa diputus. 

Manfaat Mindfulness untuk Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Sebagai seorang peneliti tentang  mindfulness, Dr. Jud Brewer banyak melibatkan teknik kesadaran diri sebagai cara untuk menghilangkan kebiasaan buruk.

Mendengar kata mindfulness, biasanya orang akan berpikir soal meditasi. Saya sendiri, diawal mempelajari konsep mindfulness, mengira bahwa konsep ini sebatas kemampuan untuk fokus dalam diam.

Saya sepaham dengan Dr. Brewer, bahwa praktek mindfulnes seperti yang saya lakukan dengan menggunakan aplikasi di ponsel hanya merupakan latihan. Tujuan sebenarnya adalah bisa mempraktekkan mindfulness secara riil pada perilaku sehari-hari .

Menurut Dr. Jud Brewer, mindfulness adalah cara memahami pikiran sendiri. Dengan keterampilan mindfulness, seseorang lebih sadar apa yang terjadi pada dirinya, baik berupa pikiran, emosi, maupun perilaku.

Kesadaran diri diperlukan dalam dalam proses menghentikan kebiasaan buruk pada setiap tahap.

Pada langkah pertama, kemampuan mengamati perilaku sendiri dan menyadari keinginan-keinginan yang muncul dalam diri diperlukan untuk memahami mengapa kita melakukan kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan.

Mindfulness juga diperlukan ditahap kedua, ketika kita harus memperbaharui database di otak tentang “hadiah” yang diberikan oleh kebiasaan buruk. Tanpa keterampilan ini, pengalaman yang sesungguhnya dari melakukan kebiasaan buruk tidak bisa kita sadari.

Terakhir, mindfulness berperan untuk mengevaluasi diri. Melalui evaluasi, seseorang bisa mendapatkan – hal lebih besar dan lebih baik-  yang diperoleh dengan menghentikan kebiasaan buruk.

Kesimpulan

Cara menghilangkan kebiasaan buruk bersumber dari keinginan kita mengamati perilaku diri sendiri.

Kemudian, keterbukaan untuk menerima fakta bahwa melakukan kebiasaan buruk ternyata tidak senyaman yang kita bayangkan, juga membantu usaha menghilangkan kebiasaan buruk.

Latihan mindfulness dapat mendukung proses menghilangkan kebiasaan buruk. Keterampilan sadar diri akan menjadi landasan yang kuat untuk menghilangkan kebiasaan buruk secara permanen.    

One thought on “Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk, Sebuah Podcast

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: